0% Complete
0/44 Steps

Warning! Setiap Broker Forex Memiliki Margin Call dan Stop Out Level yang Berbeda

Setiap broker forex ritel atau penyedia CFD menetapkan Margin Call Level dan Stop Out Level mereka sendiri.

Sangatlah penting untuk mengetahui arti Margin Call level dan Stop Out Level di broker Kamu!

Banyak pedagang (Trader) bahkan tidak mau repot-repot mencari tahu tentang mereka sebelum membuka akun real, mereka tiba-tiba terjun ke perdagangan! BOOM!

Level-level ini sering diabaikan atau dilupakan oleh pedagang sehingga mereka merugi sendiri!

Setiap broker forex menangani Margin Call dengan cara yang berbeda.

Beberapa broker memperlakukan Margin Call dan Stop Out dengan sama, artinya mereka tidak akan mengirim Kamu pesan peringatan, mereka akan mulai menutup perdagangan Kamu bersama dengan pesan pemberitahuan tentang tindakan tersebut!

Misalnya, suatu broker menetapkan Margin Call Level mereka pada 100% tanpa Stop Out Level yang terpisah.

Ini berarti bahwa jika Margin Level Kamu turun lebih rendah dari 100%, broker akan secara otomatis menutup posisi Kamu tanpa peringatan apa pun!

Broker lain memperlakukan Margin Call dan Stop Out secara berbeda. Mereka menggunakan Margin Call sebagai semacam pesan peringatan dini bahwa posisi Kamu berisiko dilikuidasi Stop Out.

Misalnya, broker dapat menetapkan Margin Call Level mereka pada 100% dan Stop Out Level mereka pada 20%.

Ini berarti bahwa jika Margin Level turun lebih rendah dari 100%, Kamu akan menerima peringatan (Warning) dari broker bahwa Kamu perlu menutup perdagangan Kamu atau menambah lebih banyak dana (Top Up) atau perdagangan Kamu berisiko mencapai Stop Out Level.

Jika Margin Level Kamu terus turun dan mencapai 20%, maka broker akan secara otomatis menutup posisi Kamu dengan harga terbaik yang tersedia.

Bergantung pada broker, Margin Call dapat menjadi salah satu dari dua hal ini :

  1. Jika ada Stop Out terpisah, broker akan mengirimkan peringatan bahwa ekuitas akun Kamu telah turun di bawah persentase Margin Level wajib yang diperlukan. Tidak ada Ekuitas untuk mendukung posisi terbuka Kamu lebih jauh.
  2.  Jika tidak ada Stop Out terpisah, broker secara otomatis menutup perdagangan Kamu, mulai dari posisi perdagangan yang paling menguntungkan sampai Margin Level wajib yang diperlukan terpenuhi.

Jika Kamu menerima Margin Call, inilah diagram untuk membantu Kamu mengetahui apa yang akan terjadi pada perdagangan Kamu.

Ketika ada Margin Call dan Stop Out Level yang terpisah, anggaplah Margin Call sebagai tembakan peringatan dan Stop Out sebagai tindakan otomatis untuk meminimalkan kemungkinan akun Kamu menghasilkan saldo negatif.

Ketika Kamu mendapatkan “tembakan peringatan”, ini memberi lebih banyak waktu untuk Kamu mengelola posisi sebelum likuidasi otomatis dari posisi tersebut terjadi.

Hal ini berbeda dari kebijakan Margin Call tradisional di mana Margin Call Level dan Stop Out adalah sama. Tidak ada “tembakan peringatan” yang diberikan. Kamu akan mendapatkan “tembakan langsung” (likuidasi otomatis).

Pada akhirnya, tanggung jawab Kamu adalah untuk memastikan bahwa akun Kamu memenuhi Margin Requirement (Persyaratan Margin). Jika hal tersebut tidak dipenuhi, broker Kamu memiliki hak untuk melikuidasi/menghentikan setiap atau semua posisi terbuka perdagangan Kamu.

Dengan pemahaman yang kuat tentang Margin Trading (Perdagangan Margin) dan penggunaan Stop Loss, ukuran posisi yang tepat, dan manajemen risiko, Stop Out dapat dengan mudah dicegah.

Side Note : Margin Call dan Stop Out terjadi karena overleveraging. Menggunakan lebih banyak leverage dapat meningkatkan keuntungan Kamu, tetapi juga dapat meningkatkan kerugian, yang dengan cepat akan menguras Free Margin Kamu. Semakin banyak leverage yang Kamu gunakan, semakin cepat akumulasi kerugian Kamu.

Language »
Scroll to Top