0% Complete
0/44 Steps

Waktu Membeli atau Menjual Pasangan Mata Uang

Ketahui Kapan Harus Buy atau Sell Pasangan Mata Uang

Dalam contoh berikut, kita akan menggunakan analisis fundamental untuk membantu memutuskan apakah akan membeli atau menjual pasangan mata uang (Valas) tertentu.

Setiap mata uang diterbitkan oleh suatu negara, jadi analisis fundamental Valas berfokus pada keadaan ekonomi negara secara keseluruhan, seperti produktivitas, pekerjaan, manufaktur, perdagangan internasional, dan tingkat suku bunga.

Bangun!

Jika Kamu selalu tertidur selama kelas ekonomi atau Kamu memang sengaja melewatkan kelas ekonomi, jangan khawatir! Kita akan membahas analisis fundamental dalam pelajaran kali ini.

EUR/USD

Dalam contoh ini, Euro adalah mata uang dasar dan karenanya “dasar” untuk membeli/menjual.

Jika Kamu yakin bahwa ekonomi Amerika akan terus melemah dan akan berdampak buruk bagi Dolar AS, maka yang harus Kamu lakukan adalah mengeksekusi order Buy EUR/USD. Dengan begitu itu, Kamu telah membeli Euro dengan harapan bahwa nilai Euro akan naik terhadap Dolar AS.
Jika Kamu percaya bahwa ekonomi AS akan menguat dan Euro akan melemah terhadap Dolar AS, maka yang harus Kamu lakukan adalah mengeksekusi order Sell EUR/USD. Dengan begitu itu, Kamu telah menjual Euro dengan harapan Euro akan jatuh terhadap Dolar AS.

USD/JPY

Dalam contoh ini, Dolar AS adalah mata uang dasar dan dengan demikian “dasar” untuk membeli/menjual.

Jika Kamu berpikir bahwa pemerintah Jepang akan melemahkan Yen dalam keputusan industri ekspornya, maka Kamu akan menjalankan eksekusi order Buy USD/JPY. Dengan melakukan itu, Kamu telah membeli Dolar AS dengan harapan Dolar AS menguat terhadap Yen Jepang.
Jika Kamu percaya bahwa penarikan uang oleh investor Jepang dari pasar keuangan Amerika dan mengubah semua Dolar AS mereka menjadi Yen dan hal ini akan merugikan Dolar AS, maka Kamu akan mengeksekusi order Sell USD/JPY. Dengan melakukan itu, Kamu telah menjual Dolar AS dengan harapan Dolar akan jatuh terhadap Yen Jepang.

GBP/USD

Dalam contoh ini, Pound Sterling adalah mata uang dasar dan dengan demikian “dasar” untuk membeli/menjual.

Jika Kamu berpikir bahwa Inggris akan terus berkembang menjadi lebih baik daripada Amerika dalam hal pertumbuhan ekonomi, maka Kamu akan mengeksekusi order Buy GBP/USD. Dengan demikian, Kamu telah membeli Pound Sterling dengan harapan bahwa Pound Sterling akan menguat terhadap Dolar AS.
Jika Kamu yakin bahwa ekonomi Inggris sedang melambat sementara ekonomi Amerika tetap kuat, maka Kamu akan mengeksekusi order Sell GBP/USD. Dengan demikian, Kamu telah menjual Pound Sterling dengan harapan bahwa Pound Sterling akan melemah terhadap Dolar AS.

 USD/CHF

Dalam contoh ini, Dolar AS adalah mata uang dasar dan dengan demikian “dasar” untuk membeli/menjual.

Jika Kamu berpikir Franc Swiss dinilai terlalu tinggi, maka Kamu akan mengeksekusi order Buy USD/CHF. Dengan melakukannya, Kamu telah membeli Dolar AS dengan harapan Dolar AS akan menguat terhadap Franc Swiss.
Jika Kamu yakin bahwa pasar perumahan Amerika yang melemah akan mengganggu pertumbuhan ekonomi di masa depan dan akan melemahkan Dolar AS, maka Kamu akan mengeksekusi order Sell USD/CHF. Dengan melakukannya, Kamu telah menjual Dolar AS dengan harapan Dolar AS akan melemah terhadap Franc Swiss.

Margin Trading

Dalam pasar Forex, akan sama lucunya untuk membeli atau menjual hanya satu Euro. Maka dari itu dalam mekanisme pasar Forex, satuan jualnya atau disebut dengan Lot adalah 1.000 unit mata uang untuk mikro, 10.000 unit untuk Lot mini, atau 100.000 unit untuk Lot standar. Tergantung pada broker mana Kamu bertransaksi dan jenis akun apa yang Kamu miliki.

Side Note : Lot merupakan Standar ukuran per transaksi di pasar keuangan. Di Bursa Efek Indonesia, satu lot = 100 lembar saham. Dalam pasar Forex, umumnya 1 lot standar sama dengan 100,000 (100 ribu) unit; tetapi ada pula lot mini, lot mikro, dan lot nano dalam besaran berbeda-beda.

“Saya tidak punya cukup uang untuk membeli 10.000 Euro! Bagaimana bisa saya trading?”

Jawabannya, Kamu bisa! Dengan trading margin!

Trading Margin adalah istilah yang digunakan untuk trading dengan modal pinjaman. Ini adalah cara bagaimana Kamu dapat membuka posisi margin $1.250 atau $50.000 hanya dengan $25 atau $1.000.

Kamu dapat melakukan transaksi yang relatif besar, sangat cepat dan murah, dengan sedikit modal awal.

Kamu percaya bahwa sinyal di pasar menunjukkan bahwa Pound Inggris akan naik terhadap Dolar AS

Kamu membuka satu Lot standar (100.000 unit GBP/USD), membeli dengan Pound Sterling Inggris pada margin 2% dan menunggu nilai tukar naik.

Ketika Kamu membeli satu lot (100.000 unit) GBP/USD dengan harga 1.50000, Kamu membeli 100.000 Pound, yang bernilai 150.000 USD (100.000 unit GBP * 1.50000).
Jika persyaratan margin adalah 2%, maka 3.000 USD akan disisihkan di akun Kamu untuk membuka perdagangan (150.000 USD * 2%).

Kamu sekarang mengendalikan 100.000 GBP hanya dengan 3.000 USD. Kita akan membahas margin secara lebih rinci nanti, tetapi mudah-mudahan, Kamu bisa mendapatkan ide dasar tentang cara kerjanya.

Prediksi Kamu menjadi kenyataan dan Kamu memutuskan untuk menjual. Kamu menutup posisi di 1,50500. Kamu mendapat keuntungan sekitar $500.

Aktivitas GBP USD
Kamu membeli 100.000 Pounds dengan nilai tukar (kurs) 1.5000 +100.000 -150.000
Dalam hitungan detik, nilai tukar (kurs) GBP/USD menguat hingga 1.5050 dan Kamu menjualnya -100.000 +150.500
Kamu mendapat keuntungan sebesar 500 USD 0 +500

Ketika Kamu memutuskan untuk menutup posisi, deposit/setoran yang sebelumnya telah Kamu buat, dikembalikan kepada Kamu dan akan dilakukan perhitungan untung atau rugi. Keuntungan atau kerugian inilah yang kemudian dikreditkan ke akun Kamu.

Perkembangan trading forex ritel semakin maju sehingga banyak broker yang membuka peluang bagi para Trader untuk memiliki banyak pilihan yang bisa diatur.

Ini berarti bahwa Kamu tidak perlu bertransaksi pada Lot mikro, mini, atau standar! Jika 1.542 adalah nomor favorit Kamu, dan itu adalah jumlah unit yang ingin Kamu transaksikan, maka Kamu bisa melakukannya.

Rollover

Untuk posisi yang dibuka dalam “batas waktu” pialang (biasanya pukul 17:00 EST atau 06.00 WIB), ada tingkat bunga rollover harian yang dibayarkan atau diterima Trader, tergantung pada margin dan posisi yang Kamu tentukan di pasar.

Jika Kamu tidak ingin membayar bunga pada posisi Kamu, pastikan semuanya ditutup sebelum pukul 06.00 WIB, karena waktu tersebut merupakan akhir dari hari pasar. Setiap transaksi mata uang melibatkan peminjaman satu mata uang untuk membeli mata uang yang lain, biaya bunga rollover adalah bagian dari perdagangan Valas.

Bunga dibayarkan pada mata uang yang dipinjam.
Bunga didapatkan pada mata uang yang dibeli.”

Side Note : Rollover berarti kontrak perdagangan berjangka yang diteruskan pada hari berikutnya sampai dilakukannya penutupan posisi trading.

Jika Kamu membeli mata uang dengan tingkat bunga yang lebih tinggi dari yang Kamu pinjam, maka perbedaan suku bunga bersih akan positif (misalnya USD/JPY) dan Kamu akan mendapatkan bunga sebagai hasilnya.

Sebaliknya, jika perbedaan suku bunga negatif maka Kamu harus membayarkan biaya suku bunganya.

Perhatikan bahwa banyak broker ritel menyesuaikan tingkat rollover mereka berdasarkan faktor yang berbeda (misalnya Leverage akun, suku bunga pinjaman antar bank).

Hubungi broker Kamu untuk informasi lebih lanjut tentang tarif rollover dan prosedur kredit/debet.

Berikut adalah bagan untuk membantu Kamu mengetahui perbedaan suku bunga mata uang utama. Akurat per Februari 2019.

Suku Bunga Patokan

Nanti kita akan belajar tentang bagaimana Kamu dapat menggunakan perbedaan suku bunga untuk keuntungan Kamu. I’ll see you later….

Language »
Scroll to Top