0% Complete
0/44 Steps

Stop Out Level

Apa yang dimaksud dengan Stop Out Level atau Stop Out?

Stop Out Level mirip dengan Margin Call Level, yang dibahas dalam pelajaran sebelumnya.

Dalam perdagangan forex, Stop Out Level adalah ketika Margin Level jatuh ke level persentase tertentu (%) di mana satu atau semua posisi terbuka Kamu ditutup secara otomatis atau “dilikuidasi” oleh broker Kamu.

Likuidasi ini terjadi karena akun perdagangan Kamu tidak lagi dapat mendukung posisi terbuka karena kurangnya margin.

Lebih khusus lagi, Stop Out Level adalah ketika Equity (Ekuitas) lebih rendah dari persentase tertentu dari Used Margin.

Jika level ini tercapai, broker akan secara otomatis menutup perdagangan Kamu dimulai dengan posisi yang paling tidak menguntungkan sampai Margin Level Kamu kembali di atas Stop Out Level.

Side Note : Likuidasi merupakan penutupan posisi perdagangan yang masih terbuka melalui eksekusi yang dilakukan trader atau pun oleh sistem secara otomatis.

Baca selengkapnya di: https://www.seputarforex.com/belajar/kamus-forex/

Jika Margin Level berada pada dan/atau di bawah Stop Out Level, broker akan menutup salah satu atau semua posisi terbuka secepat mungkin untuk melindungi Kamu dari kemungkinan kerugian lebih lanjut.

Tindakan menutup posisi ini disebut Stop Out.

Ingatlah bahwa Stop Out bukanlah opsi. Setelah proses likuidasi dimulai, biasanya tidak mungkin untuk dihentikan karena prosesnya otomatis.

Tim layanan pelanggan broker tidak mungik dapat membantu Kamu selain meminjamkan telinga saat Kamu menangis keras melalui telepon.

Side Note : Stop Out Level juga dikenal sebagai Nilai Tutup Margin (Margin Closeout Value), Margin Likuidasi (Liquidation Margin), atau Margin Wajib Minimum (Minimum Required Margin).

Contoh : Stop Out Level pada 20%

Katakanlah broker forex Kamu memiliki Stop Out Level 20%.

Ini berarti bahwa platform perdagangan Kamu akan secara otomatis menutup posisi perdagangan jika Margin Level Kamu mencapai 20%.

Stop Out Level = Tingkat Margin @ 20%

Mari kita lanjutkan dengan contoh dari pelajaran sebelumnya.

Kamu sudah menerima Margin Call ketika Margin Level telah mencapai 100% tetapi memutuskan untuk tidak menambahkan lebih banyak dana (Top Up) karena Kamu memprediksi pasar akan berubah.

Kamu bukan seorang trader yang sial, tetapi Kamu juga seorang trader yang gila. Trader gila yang sial.

Pasar terus jatuh. Kamu sekarang turun 960 poin, pada $ 1 /pip, Kamu sekarang memiliki kerugian mengambang (Floating Losses) sebesar $ 960!

Ini berarti Ekuitas Kamu sekarang $ 40.

Equity = Balance (Saldo) + Floating P/L (Keuntungan/Kerugian Mengambang)

$ 40 = $ 1000 – $ 960

Margin Level Kamu sekarang 20%.

Margin Level = (Equity / Used Margin) x 100%

20% = ($ 40 / $ 200) x 100%

Pada titik ini, posisi Kamu akan ditutup secara otomatis atau dilikuidasi.

Ketika posisi Kamu ditutup, Used Margin yang “dikunci” akan dilepaskan. Ini akan menjadi Free Margin.

Kerugian mengambang (Floating Losses) Kamu sebesar $ 960 akan “terealisasi”, dan Saldo (Balance) terbaru Kamu adalah $ 40!

Karena Kamu tidak memiliki perdagangan terbuka, Ekuitas dan Free Margin Kamu juga akan menjadi $ 40.

Begini tampilan metrik akun Kamu di platform perdagangan setiap ambang Margin Level:

Jika Kamu mengalami Stop Out dan melihat akibatnya di akun Kamu, inilah yang akan Kamu rasakan…

Jika Kamu memiliki beberapa posisi terbuka, broker biasanya menutup posisi yang paling tidak menguntungkan terlebih dahulu.

Setiap posisi yang ditutup akan “melepaskan” Used Margin, dan akan meningkatkan Margin Level Kamu.

Tetapi jika penutupan posisi ini masih tidak cukup untuk mendapatkan Margin Level di atas 20%, broker Kamu akan terus menutup posisi sampai angka yang ideal tercapai.

Stop Out Level dimaksudkan untuk mencegah Kamu kehilangan lebih banyak uang dari yang Kamu depositka.

Jika perdagangan Kamu terus mengalami kerugian, pada akhirnya Kamu tidak akan punya dana lagi di akun Kamu dan Kamu akan berakhir dengan saldo akun negatif!

Broker lebih suka untuk tidak mengetuk pintu rumahmu bersama tukang pukul untuk menagih dana yang belum terbayarkan, jadi Stop Out dimaksudkan untuk mencoba dan menghentikan Saldo akun Kamu dari angka negatif.

Sekarang kita telah membahas semua metrik penting yang perlu Kamu ketahui di platform perdagangan Kamu, mari kita serap semua yang telah Kamu pelajari sejauh ini dan mencoba menggunakan skenario perdagangan yang berbeda.

Language »
Scroll to Top