KETEGANGAN HONG KONG MENINGKAT, PASAR ASIA JATUH

Pasar Asia jatuh pada perdagangan hari Selasa pagi dengan saham Hong Kong turun lebih dari 1,5% di tengah berlanjutnya kerusuhan politik di kota itu.

Indeks Hang Seng terakhir diperdagangkan di angka 25.428 sebelum 10:50 ET (02:50 GMT), turun hingga 1,55%. Bandara Hong Kong dibuka kembali hari ini setelah menghentikan semua penerbangan pada hari Senin kemarin ketika para pengunjuk rasa menempati ruang kedatangan badara selama beberapa hari terakhir, meskipun laporan menunjukkan bahwa siatuasi pendudukan bandara berlangsung dengan damai.

Pihak bandara mengatakan penerbangan akan dijadwalkan ulang pada hari ini, tetapi pergerakan penerbangan diperkirakan akan terbatas. Cathay Pacific Airways Limited (HK: 0293) menyatakan telah membatalkan lebih dari 200 penerbangan hari ini, dilansir dari situs webnya.

Pada hari Senin, para pengunjuk rasa lagi-lagi menyalahkan polisi karena menggunakan kekuatan berlebihan ketika mereka menembakkan gas air mata dan butiran kantong kacang dari jarak dekat. Sementara itu, juru bicara kantor Urusan Hong Kong dan Makau, Yang Guang, mengatakan di hari yang sama dalam konferensi pers bahwa para pengunjuk rasa “telah sering menggunakan alat yang sangat berbahaya untuk menyerang polisi dalam beberapa hari terakhir, hal tersebut merupakan kejahatan serius dan sebagai akar dari aksi terorisme yang muncul.”

Shanghai Composite China dan Shenzhen Component diperdagangkan dengan angka 0,7% dan 0,9% lebih rendah. Meskipun bukan pendorong terarah, data menunjukkan investasi asing langsung di China naik 7,3% dari tahun lalu dalam tujuh bulan pertama tahun ini.

KOSPI Korea Selatan turun 0,7%.

Turun di bawahnya, ASX 200 Australia turun 0,3%. Sebuah survei menunjukkan indeks kondisi bisnis National Australia Bank negara itu turun 2 poin menjadi +2 pada bulan Juli.

“Penurunan kondisi bisnis sejak awal tahun 2018 telah berbasis luas dan terus melacak di bawah level rata-rata dalam beberapa bulan terakhir,” kata kepala ekonom kelompok NAB, Alan Oster.

“Hal ni mengkhawatirkan, karena meskipun kondisinya tetap positif, ini menunjukkan kerugian signifikan dalam momentum di sektor bisnis,” katanya.

Sementara itu, Singapura memangkas proyeksi pertumbuhan PDB setahun penuh pada tahun 2019 dari nol menjadi 1%, dari sebelumnya 1,5% menjadi 2,5%. PDB kuartal kedua turun 3,3% kuartal-ke-kuartal, lebih dari yang diharapkan 2,9%.

“Ke depannya, pertumbuhan PDB di banyak permintaan akhir utama pasar Singapura pada paruh kedua tahun 2019 diperkirakan akan melambat dari, atau tetap serupa dengan, yang tercatat di babak pertama,” kata Kementerian Perdagangan dan Industri dalam sebuah pernyataan pada di hari Selasa.

Tinggalkan Komentar

Language »
Scroll to Top