HARGA MINYAK JATUH AKIBAT KEKHAWATIRAN PROSPEK PERMINTAAN

Harga komoditi minyak naik tipis pada hari Senin di tengah kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi dan perang perdagangan Merika-China, yang telah menyebabkan penurunan prospek pertumbuhan permintaan minyak global.

Patokan internasional untuk minyak mentah berjangka Brent berada di angka 58,40 Dolar per barel pada 0638 GMT, turun 13 sen, atau 0,2%, dari penyelesaian sebelumnya.

Futures West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat berada di angka 54,33 Dolar per barel, turun 17 sen, atau 0,3%, dari penutupan terakhir mereka.

Kedua tolok ukur jatuh pada pekan lalu, dengan Brent kehilangan lebih dari 5% dan WTI turun sekitar 2%.

“Harga komoditi minyak jatuh pada awal pekan perdagangan karena perkiraan permintaan yang lebih rendah yang diterbitkan minggu lalu dan pesimisme tentang kesepakatan perdagangan Amerika-China,” kata Alfonso Esparza, senior analis pasar di OANDA di Toronto.

Perselisihan perdagangan Amerika-China mengguncang pasar ekuitas global pada pekan lalu, sementara kejutan yang terbangun pada stok minyak mentah Amerika Serikat menambah tekanan ke bawah pada harga komoditi minyak, yang telah kehilangan sekitar 20% dari puncak tahun 2019 yang dicapai pada bulan April lalu.

Goldman Sachs (NYSE: GS) mengatakan dalam sebuah nota catatan pada hari Minggu bahwa kekhawatiran akan perang dagang Amerika-China yang mengarah ke resesi meningkat dan pihaknya memperkirakan kesepakatan perdagangan antara kedua negara tersebut akan terjadi sebelum pemilihan presiden Amerika Serikat pada tahun 2020 mendatang.

Tanda-tanda pelambatan ekonomi dan naiknya deretan perdagangan telah menyebabkan permintaan komoiditi minyak global tumbuh pada laju paling lambat sejak krisis keuangan pada tahun 2008, Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan hal tersebut pada hari Jumat.

Badan Energi yang berbasis di Paris itu memangkas prediksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun 2019 dan 2020 masing-masing menjadi 1,1 juta dan 1,3 juta barel per hari (bph).

Di tempat lain, produksi minyak Rusia naik menjadi 11,32 juta barel per hari pada 1 hingga 8 Agustus, naik dari rata-rata 11,15 juta barel per hari pada Juli, menurut dua sumber industri yang mengetahui data kementerian energi.

Pada bulan Juli, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia sepakat untuk memperpanjang pengurangan pasokan hingga Maret 2020 mendatang untuk menopang harga minyak.

Dalam isyarat produksi yang lebih rendah di Amerika Serikat, hitungan mingguan rig minyak Amerika Serikat, indikator awal untuk output masa mendatang, turun pada minggu keenam berturut-turut karena produsen memangkas pengeluaran untuk pengeboran dan penyelesaian.

Tinggalkan Komentar

Language »
Scroll to Top